“Puken Puting, Lolon Gora” Membongkar Dan Membangun Kembali “Lango Bele” Suku Kedang Dalam Satu Hari

“Puken Puting, Lolon Gora” Membongkar Dan Membangun Kembali “Lango Bele” Suku Kedang Dalam Satu Hari

Membongkar Lango Bele suku Kedang @reinha.com

REINHA.com – “Puken Puting, Lolon Gora” sebuah ritual dari membongkar dan membangun kembali “lango bele” atau rumah adat suku Kedang di Desa Kawela, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur. Puken Puting, Lolon Gora sendiri bermakna tiang – tiang penyangga dan atap lango bele yang sudah mulai lapuk dan rusak.

David Kedang, Kepala Suku Kedang yang menempati lango bele mengatakan bahwa karena kondisi lango bele yang sudah mulai rusak maka dirinya mengumpulkan semua suku kedang dan suku-suku yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan suku Kedang untuk bersama-sama memperbaiki (membongkar dan membangun kembali) lango bele.

(Baca juga: Koman: Dengan Gambus Dapat Melestarikan Budaya Dan Bahasa (Koda Kirin’))

Petrus Nama Kedang kepada REINHA.com menjelaskan bahwa setelah semua suku berkumpul dan kepala suku mengatakan bahwa lango bele tersebut “Puken Puting, Lolon Gora”, maka mereka kemudian mencari dan mengumpulkan bahan-bahan untuk membangun rumah adat, seperti bambu, batang kayu, tali dan alang-alang.

Proses pembuatan lango bele ini cukup unik, hal ini dikarenakan rumah adat harus dibangun dalam waktu satu hari.

“Jadi, lango bele harus dibangun dalam satu hari, dimana suku-suku yang datang membangun rangka rumah adat dan membuat atapnya. Untuk dinding-dinding rumah adat bisa disambung keesokan harinya” kata Petrus Kedang.

(Video : “Puken Puting, Lolon Gora” Ritual Suku Kedang Di Desa Kawela – Flores Timur)

Kepala Suku Kedang mengatakan dalam pembuatan lango bele, ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi. Seperti tidak boleh menggunakan paku dalam membangun lango bele, semua suku yang terlibat dalam prosesi ini, tidak boleh memakan daging ayam, kambing, babi dan sapi, yang diperbolehkan untuk dimakan hanya ikan. Pantangan memakan daging ini berlangsung selama beberapa hari sesuai intruksi dari dirinya.

Untuk memperkuat berdirinya rumah adat atau lango bele, David menjelaskan bahwa mereka membuat “ketilo” kayu yang diruncingkan menyerupai paku dan mengikat tiang-tiang penyambung dengan “selopa” tali yang di ambil dari alam, selain selopa digunakan juga tulang daun lontar sebagai tali.

# “Puken Puting, Lolon Gora” Membongkar Dan Membangun Kembali “Lango Bele” Suku Kedang Dalam Satu Hari

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.