Minta Penjelasan Terkait KSO, Elisabeth Dibentak Kadis Perikanan Flotim

Minta Penjelasan Terkait KSO, Elisabeth Dibentak Kadis Perikanan Flotim

@u-report/REINHA.com

REINHA.com – Kisru Kapal Ikan Pole and Line Flotim 05 di Kabupaten Flores Timur (Flotim) kembali mencuat setelah Kadis Perikanan dan Kelautan Flores Timur membentak seorang ibu di ruangan kerjanya dihdapan pengelolah Kapal Ikan Pole and Line lainnya.

Elisabeth Kleden kepada media ini, Kamis 19/6/2025 menuturkan kejadian yang dialaminya di ruang kerja Kadis Perikanan Dan Kelautan Flores Timur (Selasa,17/6/2025).

Istri almahrum Carolus Kromen, ketua kelompok pengelola kapal nelayan Pole and Line Flotim 05 ini menuturkan beliau begitu ketakutan dengan sikap Kadis perikanan Moh.Ikram.

“Saya di bentak, Pa Kadis sampai pukul dan banting meja dihadapan saya dan salah satu pengelola kapal ikan” ucap elisabeth sambil menangis.

Elisabeth menuturkan bahwa dirinya mendatangi Kantor Dinas Perikanan untuk meminta penjelasan tentang Kerja Sama Operasional (KSO) Kapal Ikan Pole and Line Flotim 05 yang selama ini di kelolah oleh suaminya. Dimana menurut Elisabet, suaminya menjabat sebagai ketua kelompok sejak pertama kali kapal tersebut tiba hingga suaminya meninggal masih menjadi pengelolah kapal tersebut.

Namun sayang niat baik tersebut malah berujung dibentak tutur Elisabeth dengan wajah murung.

“Lapor saja ke Bupati Flotim atau siapa saja agar mereka pecat saya, ini hak saya yang menentukan”jelas Elisabeth menirukan ucapan Kadis perikanan kepada dirinya.

Terkait dokumen KSO tutur Elisabeth, sudah dipenuhi dan diserahkan semua dokumennya ke Dinas Perikanan, namun menjadi keanehan malah Kadis mau menyerahkan kapal ini kepihak lain tanpa sepengetahuan kami, ucap Elisabeth.

Kisruh kapal ikan Pole and Line Flotim 05 pun menuai respon dari mantan Pengawas Perikanan, Simon Sanga Pain,SH.

Ditemui media ini, (Kamis,19/6/2025) Simon Sanga Pain mengutuk tindakan yang dilakukan oleh Kadis Perikanan, dimana tindakan tersebut dinilai Simon tak beretika terhadap masyarakat kecil dan lemah.

“Ini sikap arogansi yang berlebihan yang di tunjukan Ikram sebagai pejabat publik dihadapan masyarakat kecil” kritik tegas Sanga Pain.

Apapun pertanyaannya, lanjut Sanga Pain, harusnya sebagai pejabat publik Moh Ikram harus menunjukan etika birokrasi dalam hubungan dengan pelayanan publik, bukannya dengan membentak dan memukul meja. Ini sikap tidak terpuji dan pantas jika pemerintahan sekarang mengevaluasi Kadis Perikanan, jelas Sanga Pain.

Terkait kisruh kapal ikan Pole and Line Flotim 05 lanjut Sanga Pain, penting untuk direspon pihak Aprat penegak hukum (APH) karena sikap arogansi kadis perikanan ini mau menunjukan kepada publik Flotim bahwa kemungkinan beliau tidak akan tersentuh hukum.

Kisruh kapal Pole and Line Flotim 05 lanjut Sanga Pain, merupakan persoalan menarik dari sekian banyak kasus perikanan di Flores Timur. Ini penting untuk di telaah lebih jauh karena pertanyaan ibu Elisabeth terkait KSO sebagai acuan pertanyaan baru terkait ada apa dengan pengurusan KSO kapal ikan Pole and Line Flotim yang selama ini tidak disampaikan ke publik Flotim secara jelas, tegas Sanga pain.

Harapannya, kata Sanga Pain, adanya keterbukaan pihak Pemda Flotim dalam hal ini Dinas Perikanan Flotim terhadap kejelasan KSO dan kelanjutan nasip 29 unit kapal ikan ini, tutup Sanga Pain.**(BM)

# Minta Penjelasan Terkait KSO, Elisabeth Dibentak Kadis Perikanan Flotim

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.