Hadiri Bastille Day, Fadli Zon Sambut Prabowo Subianto Di Paris

Hadiri Bastille Day, Fadli Zon Sambut Prabowo Subianto Di Paris

Hadiri Bastille Day, Fadli Zon Sambut Prabowo Subianto Di Paris

Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi undangan sebagai tamu kehormatan Presiden Macron dalam rangka parade militer Bastille Day

REINHA.com – Menteri Kebudayaa RI, Fadli Zon menyambuk kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto d Paris (Senin/13/7/2025). Kunjungan Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi undangan sebagai tamu kehormatan Presiden Macron dalam rangka parade militer Bastille Day atau Hari Nasional Perancis yang akan dirayakan pada 14 Juli 2025.

Indonesia turut andil memeriahkan perayaan ini dengan mengirimkan 451 personel gabungan TNI Polri sebagai pasukan defile dan drum band. Ini adalah bagian hubungan diplomatik Indonesia Perancis yang sudah terjalin sejak 1950 dan memasuki usia 75 tahun.

Sejarah Bastille Day

Bastille Day merupakan serangkaian peristiwa dari Revolusi Prancis yang sudah dimulai pada awal 1789. Peristiwa tersebut merupakan kulminasi atau puncak kemarahan rakyat terhadap kekuasaan Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette. Seperti yang diketahui bahwa Raja Louis XVI dikenal dengan raja yang korup, mengimplementasikan pajak yang sangat tinggi pada rakyat miskin dan gagal melakukan reformasi ekonomi.

Ratu Marie Antoinette, istrinya, dikenal dengan gaya hidup mewah dan boros di tengah kondisi yang krisis. Ia memakai keuangan negara untuk membeli kebutuhan pribadi yang sangat mahal di tengah rakyat yang sedang kelaparan.

Pada 14 Juli 1789, penjara Bastille diserang oleh rakyat Prancis yang kecewa dengan kepemimpinan Raja Louis XVI. Serangan ini pada awalnya hanya untuk mencuri bubuk mesiu, senjata, dan amunisi, tetapi lambat laun penyerangan yang dilakukan bertujuan untuk membebaskan tahanan politik yang ada di dalam penjara. Pascaserangan yang dilakukan, pemerintah revolusioner Prancis memutuskan untuk menghancurkan benteng sekaligus penjara tersebut sampai tidak tersisa.

Mengenang Revolusi Prancis

Bagi masyarakat Prancis, Bastille Day memiliki arti tersendiri bagi mereka. Rakyat Prancis merayakan Bastille Day sebagai ungkapan kebebasan atas pemerintahan tirani yang berkuasa. Penyerangan ini juga menjadi simbol bagi rakyat untuk melawan ketidakadilan yang terjadi saat itu dan menghapus sistem feodalisme yang sangat menyiksa masyarakat saat itu. Bastille Day juga mengubah peta revolusi selama beberapa tahun ke depan, mengakhiri sistem monarki absolut menjadi sistem demokrasi republik.

Bastille Day juga mencerminkan motto nasional negara Prancis yang masih digunakan sampai saat ini, yaitu Liberté (Kebebasan), Égalité (Kesetaraan), dan Fraternité (Persaudaraan). Setahun kemudian, di tanggal yang sama pada tahun 1790, rakyat Prancis melakukan Fête de la Fédération atau pesta federasi—peristiwa yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa rakyat Prancis telah bersatu dan merayakan kemenangan awal dalam Revolusi Prancis.

Namun, makna peristiwa ini tidak bertahan lama karena setahun kemudian, hubungan raja dengan rakyat menjadi tegang. Puncaknya adalah eksekusi yang dilakukan kepada Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette. Seabad setelahnya, pada tahun 1880, Prancis menetapkan 14 Juli sebagai hari libur nasional untuk memperingati peristiwa Bastille Day.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.