Bayi Badak Purba Ditemukan Setelah 10.000 Terkubur Es
REINHA.com – Bayi dari badak purba dengan bulu lebat seperti domba, atau dikenal dengan badak wol, ditemukan di dalam potongan besar es Siberia. Bayi badak yang kemudian diberi nama Sasha itu telah terkubur selama 10.000 tahun, diduga saat itu ia berusia 18 bulan. Sasha merupakan bayi badak purba pertama yang ditemukan.
Seperti dilansir Dailymail, 25 Februari 2015, seorang pemburu lokal menemukan Sasha di dalam jurang, di sebuah wilayah terdingin dengan hamparan es terbesar di Rusia, Republik Sakha. Awalnya si pemburu mengira yang ia temukan adalah bangkai rusa. Namun saat ia melihat tanduk di kepala hewan itu, ia sadar telah membuat penemuan yang bersejarah, bayi badak wol pertama di dunia.
Bayi badak yang sudah punah itu terawetkan secara alami dengan permafrost, atau suhu yang sangat tinggi. Sehingga bulu wol, telinga, mata, lubang hidung, dan mulutnya terjaga dengan baik. Diduga Sasha terawetkan di dalam es saat terjadinya badai salju di zaman es, 10.000 tahun yang lalu.
Para ilmuwan yang kini sedang melakukan uji DNA terhadap Sasha. Penelitian akan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Sasha. kemungkinan hasil dari penelitian tersebut baru akan didapatkan setelah enam bulan.
Badak wol adalah spesies badak yang banyak terdapat di benua Eropa dan Asia Utara selama zaman Pleistosen hingga periode zaman es. Badak wol ini telah punah setidaknya 10.000 tahun yang lalu. Alasan kepunahan spesies ini tidak sepenuhnya dipahami oleh para ahli. Tapi seperti mammoth, diduga badak wol punah karena di buru oleh manusia di zaman itu, ditambah pengaruh buruk datangnya zaman es dan penyebaran penyakit. (rsn-reinha)




