Remaja Letakkan Kacamata Di Galeri Seni, Pengunjung Tertipu

Remaja Letakkan Kacamata Di Galeri Seni, Pengunjung Tertipu

Remaja Letakkan Kacamata Di Galeri Seni, Pengunjung Tertipu

REINHA.com – Galeri seni, seperti namanya memamerkan barang-barang yang memiliki nilai seni yang tinggi. Namun bagaimana jika ada barang yang sama sekali tidak bernilai seni tapi berada di antara barang-barang seni tersebut? TJ Khayatan, 17 tahun, seorang remaja asal San Francisco mencoba mencari tahu pertanyaan itu.

TJ bersama dengan teman-temannya mengunjungi galeri seni Museum of Modern Art di San Francisco pada awal pekan kemarin. TJ dan teman-temannya melihat satu karya seni yang mengundang banyak pertanyaan, sebuah boneka binatang di atas selimut abu-abu. Menurut mereka itu bukan karya seni yang pantas dipertontonkan di galeri tersebut.

Mereka bertanya-tanya apakah boneka itu benar-benar mengesankan bagi orang-orang yang datang? Apakah karya-karya seni yang ada di galeri itu merupakan karya yang disalahpahami, atau apa mungkin semua barang yang dipamerkan di galeri bisa dipuji sebagai seni modern?

Seperti dilansir Dailymail, 26 Mei 2016, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, TJ memutuskan untuk melakukan tes kecil terhadap para pecinta seni. Ia meletakkan kacamata miliknya, di lantai di satu sudut ruangan. Ketika orang datang dan melihat, TJ mengatakan bahwa kacamata itu adalah bagian dari karya seni yang dipamerkan di galeri itu.

Mengejutkan, kacamata itupun menjadi tontonan para pecinta seni. TJ mengatakan bahwa dalam waktu singkat sejumlah pengunjung mulai mengerubungi kacamata itu dan mengambil gambar kacamata itu, seolah-olah benda itu benar-benar karya seni. Para pecinta seni tertipu dan tidak bisa membedakan barang yang bernilai seni dengan yang tidak bernilai seni.

Meskipun eksperimen sosial yang ia lakukan memberikan hasil yang menarik, dan konyol, TJ mengatakan bahwa ia masih merupakan seorang pecinta seni modern.

“Saya setuju bahwa seni modern terkadang dapat menjadi lelucon, tapi seni adalah cara untuk mengekspresikan kreativitas kita sendiri. Beberapa mungkin menafsirkannya sebagai lelucon, beberapa mungkin menemukan makna rohani yang besar di dalamnya” ucap TJ. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.