NASA: Sungai Arktik Rusia Bukan Pertama Kali Berubah Merah

NASA: Sungai Arktik Rusia Bukan Pertama Kali Berubah Merah

NASA: Sungai Arktik Rusia Bukan Pertama Kali Berubah Merah

REINHA.com – Sebuah sungai di luar kota Arktik, Rusia, baru-baru ini menjadi berita utama setelah airnya tiba-tiba berubah menjadi semerah darah secara misterius. Namun menurut NASA, ini bukan pertama kalinya perairan di wilayah Norilsk ini berubah menjadi warna merah.

Foto-foto sungai berwarna merah muncul secara online pada awal September. Perubahan warna tersebut juga terdeteksi oleh satelit luar angkasa NASA. Menurut gambar yang diperoleh NASA, ada aliran air kecil berwarna merah di sepanjang Slurry Pipe dan berakhir di Tailings Pond, area penyimpanan limbah kimia.

Seperti dilansir RT News, 16 September 2016, bukan hanya kali ini, sebelumnya warna sungai menjadi merah juga terdeteksi oleh satelit NASA pada bulan Juli 2015, Juli 2014, Agustus 2013, Juli 1998, dan September 1997. Oleh karena itu, menurut para ilmuwan NASA, perubahan warna perairan di daerah tersebut nyaris tidak bisa disebut “anomali”.

“Citra satelit menunjukkan bahwa saluran air di dekat kota Siberia sudah berubah merah sebelum hal itu menjadi viralitas internet di tahun 2016. Dikombinasikan dengan laporan tanah dan pengamatan para ilmuwan, gambar ruang berbasis mengungkapkan bahwa saluran air tersebut sudah berubah warna beberapa kali dalam beberapa dekade terakhir” menurut laporan yang dirilis oleh NASA Earth Observatory.

Gareth Rees, seorang peneliti di Cambridge University, bahkan mengatakan bahwa ia melihat air merah mengalir dengan mata kepalanya sendiri di pertengahan 1990-an.

“Selama kerja lapangan, rekan-rekan saya dan saya mencatat setidaknya satu sungai yang mengalirkan air merah, dan kami melihat daerah pengeringan sedimen merah. Efek ini ditandai, diperluas dan dapat dipetakan dengan menggunakan metode penginderaan jauh” ucap Gareth.

Misteri di balik perubahan warna sungai tersebut belum diselesaikan, namun sejumlah teori telah dilontarkan para ilmuwan. Diantaranya hal ini disebabkan aktivitas Norilsk Nickel Plant, salah satu produsen terbesar nikel dan kelompok platinum logam. Secara khusus, beberapa laporan mengatakan rona merah sungai mungkin telah disebabkan oleh oksida besi (karat) yang hadir dalam deposit nikel. (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.