
Curahan Hati Anak Korban Perang Di Aleppo: “Apa kaki saya akan tumbuh lagi?”
REINHA.com – Di kota Aleppo, Suriah, anak-anak adalah pihak yang paling rentan menjadi korban perang. Setiap harinya selalu ada anak-anak yang harus terbaring tak berdaya akibat penembakan, mutilasi, serangan bom, dan kekerasan perang lainnya.
Tim dokter di Aleppo mengaku tidak memiliki banyak obat penghilang rasa sakit untuk diberikan kepada anak-anak korban perang. Sedangkan korban anak-anak terus berdatangan.
Reem, seorang gadis remaja usia 13 tahun, kehilangan kakinya dalam ledakan bom tiba-tiba saat ia berjalan pulang dari sekolah beberapa minggu yang lalu. Gadis malang itu mencurahkan kesedihannya saat ditemui tim RT News di rumah sakit Aleppo.
“Rasanya saat itu seperti kaki saya digergaji hingga terpisah. Apa kaki saya akan tumbuh lagi? Saya ingin kaki saya kembali” ucap Reem sedih kepada Murad Gazdiev dari RT News.
Reem cukup beruntung saat ledakan terjadi ia berada di jarak satu meter dari ledakan tersebut, sehingga ledakan tidak membunuhnya. Namun ia terlihat sulit beradaptasi dengan kenyataan bahwa ia telah kehilangan kedua kakinya.
Korban anak-anak yang lain, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun, berbaring dalam ruang perawatan intensif dalam keadaan koma. Ayah dari anak itu menceritakan bahwa anaknya menjadi sasaran tembak seorang militan ISIS. Dokter telah mengambil 4 potong pecahan peluru di kepalanya, namun dokter tidak dapat mengatakan apakah anak itu akan sadar kembali atau tidak.
“Betapa tidak manusiawinya Anda menargetkan anak-anak! Apa yang dia lakukan sehingga layak menerima penderitaan ini? Kejahatan apa yang dia lakukan kepada Anda?” ucap sang Ayah meluapkan kesedihannya terhadap ISIS.
Dalam sebuah pernyataan, Krista Armstrong dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di Aleppo sangat mengkhawatirkan dan terus memburuk. Ribuan keluarga telah mengungsi ke Aleppo Barat baru-baru ini, dan banyak warga sipil yang terbunuh oleh penembakan yang sedang berlangsung. (rt/rsn-reinha)


