Pentagon: Serangan Rudal Ke Guam Berarti Deklarasi Perang

Pentagon: Serangan Rudal Ke Guam Berarti Deklarasi Perang

REINHA.com – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un, telah menunda rencana serangan rudal ke Guam, Amerika Serikat. Namun bukan berarti ketegangan antar kedua negara tersebut berakhir.

Bersamaan dengan peringatan dari Korea Utara agar AS membuat ‘pilihan tepat’ untuk mencegah adanya konfrontasi, Pentagon juga memperingatkan bahwa jika serangan rudal ke Guam terjadi maka AS akan menganggap itu sebagai deklarasi perang.

Pada hari Senin, Pentagon memastikan bahwa rudal Pyongyang yang ditembakkan ke wilayah AS akan membuat ketegangan berubah menjadi perang.

“Jika mereka menyerang Amerika Serikat, itu bisa meningkat menjadi perang dalam waktu yang sangat cepat. Keputusan perang ada ditangan Presiden dan mungkin sampai ke Kongres. Intinya kami akan membela negara ini jika terjadi serangan” ucap Menteri Pertahanan, James Mattis, kepada wartawan.

Sebelum pernyataan Mattis, Jenderal Korps Marinir Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan bahwa Washington siap untuk menggunakan “jangkauan penuh” kapabilitasnya jika diprovokasi oleh Korea Utara.

Dunford saat ini sedang dalam misi diplomatik ke Asia untuk mengumpulkan dukungan untuk tindakan Amerika melawan Korea Utara. Pada hari Senin, ia mendarat di China setelah mengunjungi Korea Selatan.

China dan Rusia telah berulang kali meminta Washington dan Pyongyang untuk datang ke meja perundingan untuk meredakan ketegangan yang meningkat pesat.

Presiden China Xi Jinping menghubungi Trump pada Sabtu kemarin untuk mendesak pengekangan mengenai krisis Korea Utara. Beliau juga menasihati baik AS maupun Korea Utara untuk menghindari kata-kata atau tindakan yang dapat memperburuk situasi. (rt/rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.