Komunitas Badut Rusia Serukan Kemarahan Terhadap Film ‘It’

Komunitas Badut Rusia Serukan Kemarahan Terhadap Film ‘It’

REINHA.com – Film box office terbaru yang diadaptasi dari novel karya Stephen King tahun 1986 berjudul ‘It’, menyebabkan kemarahan dari para badut di seluruh dunia. Kali ini komunitas badut di Rusia bergabung untuk menyerukan kemarahan mereka pada film yang menonjolkan karakter badut jahat tersebut.

Pada hari pertama penayangan film It di bioskop-bioskop Rusia, komunitas badut di St Petersburg melakukan aksi protes di luar dewan legislatif kota dan mengeluarkan pernyataan meminta pihak berwenang untuk melarang penayangan film tersebut dengan alasan mendiskreditkan profesi mereka sebagai badut.

“Kami, badut dengan pengalaman kerja 30 tahun, percaya bahwa film artistik semacam itu mendiskreditkan profesi kami dan melukai perasaan semua badut di negara kami. Kami tidak melihat filmnya, tapi tetap saja kami menganggap penggambaran seperti itu mendistorsi citra badut sebagai karakter yang baik, cerdas dan jujur” ungkap para pendemo.

Seorang anggota parlemen di Sverdlovsk, Rusia, Anatoly Marchevsky, yang merupakan mantan badut, juga berpendapat bahwa film tersebut harus dilarang. “Seseorang seharusnya tidak mengganggu sesuatu yang berhubungan dengan sukacita, liburan dan jiwa yang lembut” ucapnya.

Meskipun ada seruan keras dari badut-badut di Rusia, bahkan di seluruh dunia, dua minggu setelah peluncurannya, film It telah ditonton lebih dari 1,5 juta orang Rusia dan menghasilkan penjualan tiket senilai 417,4 miliar rubel (7,3 miliar dolar AS) di negara tersebut.

Sementara banyak badut yang marah dengan film tersebut, ada juga yang mengejek protes dari badut-badut itu. Pembuat film Rusia Alexei Fedorchenko, misalnya, mengatakan bahwa kita dapat menerapkan logika yang sama untuk film seperti “Saw,” atau “Texas Chainsaw Massacre,” dan menuduh mereka mendiskreditkan penebang kayu, yang akan menjadi omong kosong.

“Jika ada subjek yang digambarkan dalam film sebagai sumber bahaya yang menyebabkan kepanikan, maka kita akan memiliki beragam fobia di antara masyarakat umum, karena di film ada sesuatu yang bisa digambarkan seperti pesawat terbang, maniak, orang mati, dll” ucap psikiater Andrei Kamenyukin.

“Sebuah film dengan sendirinya tidak akan menimbulkan rasa takut. Untuk itu, seseorang membutuhkan kecenderungan fobia tertentu yang akan menyebabkan perkembangan rasa takut semacam itu” lanjutnya.

Stephen King sendiri tidak meminta maaf karena memilih badut sebagai karakter jahat dalam novelnya. Ia menjawab kemarahan banyak orang dengan menulis di Twitter “Anak-anak selalu takut dengan badut. Jangan membunuh penyampai pesan untuk sebuah pesan”. (rbht/rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.