
Kepala Milik Filsuf Ternama Dipamerkan Untuk Umum
REINHA.com – Kepala yang terpotong milik seorang filsuf ternama yang hidup di abad ke 19, Jeremy Bentham, akan dipamerkan untuk umum. Kepala yang dimumifikasi tersebut belum pernah dipamerkan sebelumnya dan selama 150 tahun terakhir hanya disimpan di University College of London.
Bentham merupakan filsuf yang membuka jalan bagi reformasi sosial dan ekonomi di tahun 1800an.
Dia adalah seorang atheis yang percaya bahwa manusia harus menyumbangkan tubuh mereka untuk kepentingan ilmu kedokteran, karena mereka harus berusaha berbuat baik saat masih hidup dan saat meninggal dunia.
Dengan memegang prinsip tersebut, sebelum meninggal Bentham menuntut jenasahnya dijadikan ‘auto icon’, sehingga bagian tubuhnya bisa didatangkan ke pertemuan-pertemuan yang tidak bisa dihadirinya.
Kepala Bentham selama ini disimpan di brankas UCL setelah dianggap ‘tidak terlalu enak dilihat’ untuk dipamerkan di depan publik karena kesalahan saat proses mumifikasi. Kepala tersebut hanya diperiksa setahun sekali untuk mengetahui kondisi kulit dan rambutnya.
Memamerkan kepala Bentham kali ini akan memberi para ilmuwan kesempatan untuk melakukan verifikasi apakah Bentham memiliki sindrom Asperger atau autisme semasa hidupnya. Dipercaya bahwa pemikir atheis tersebut mungkin memiliki spektrum autistik karena biografi mengutipnya sebagai ‘sedikit berbeda dibandingkan teman-eman seusianya’ dan ‘sangat sensitif’.
“Saya pikir Bentham pasti akan menyetujui kepalanya yang tampil di depan publik. Itu yang dia inginkan. Ini juga memungkinkan ilmuwan untuk menguji DNA-nya untuk melihat apakah dia autis. Kami telah bekerja sama dengan Natural History Museum, yang memiliki teknik baru mempelajari DNA purba” ucap kurator koleksi Budaya UCL, Subhadra Das.
Namun, Das mengingatkan bahwa kondisi DNA Bentham di kepala yang telah dimumifikasi mungkin merupakan penghalang bagi penelitian mereka, karena seperti melihat halaman buku yang robek, begitu banyak informasi yang hilang. (rt/rsn-reinha)


