
Universitas Oxford Copot Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi
REINHA.com – Universitas Oxford dikabarkan akan mencopot gelar pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi sebagai doktor kehormatan Freedom of Oxford. Gelar tersebut dianggap ‘tidak lagi sesuai’ dengan citra Suu Kyi setelah krisis Rohingya.
Suu Kyi ditahan di tahanan rumah di Yangon karena kampanye pro-demokrasinya selama pemerintahan kediktatoran militer. Karena telah mempelopori gerakan negara menuju demokrasi, Suu Kyi juga dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991.
Oleh Universitas Oxford, Suu Kyi diberi gelar kehormatan pada tahun 1997, dengan gelar Freedom of Oxford atas pencapaiannya tersebut.
(Baca juga: Universitas Oxford Copot Lukisan Aung San Suu Kyi)
Namun gerakan lintas partai di Dewan Kota Oxford mengatakan bahwa gelar tersebut tidak lagi sesuai untuk Suu Kyi yang telah membela militer Myanmar yang telah melakukan pembersihan etnis Rohingya di Myanmar.
Berita tentang dicopotnya gelar kehormatan muncul tak lama setelah lukisan Suu Kyi yang berada di pintu masuk Perguruan Tinggi St. Hugh Universitas Oxford disingkirkan atas keputusan Badan Pengelola St. Hugh.
Lebih dari 300.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir, melarikan diri dari operasi keamanan yang brutal, yang dilakukan oleh militer Myanmar.
Serangan militer tersebut dipicu oleh sekelompok militan Rohingya yang telah menyerang sebuah pos polisi di negara bagian utara Rakhine pada 25 Agustus, menewaskan 12 petugas keamanan. Seorang anggota PBB menganggap serangan tersebut sebagai tidak proporsional dengan serangan pemberontak Rohingya. (rt/rsn-reinha)


