
Isi Laptop Wanita ISIS, Dari Dengar Khotbah Sampai Film Porno
REINHA.com – Sebuah laptop milik pengantin wanita ISIS, berhasil disita di Raqqa dimana dari isi laptop tersebut mengungkapkan bahwa dia mendengarkan khotbah religius dan mengumpulkan banyak sekali film porno.
Wanita Belgia Flemish keturunan Maroko ini tinggal di kota Suriah yang pernah dikuasai oleh Negara Islam sebagai benteng pertahanan.
Laptop pribadinya disita oleh Ahrar al-Furat, kelompok perlawanan di wilayah ISIS.
Sementara teroris yang ditangkap secara naluriah berbohong tentang keterlibatan mereka di Timur Tengah, di mana ditemukan dalam hard drive berupa bukti tak terbantahkan tentang kehidupan sehari-hari pemiliknya.
Dari isi laptop didapatkan bahwa dia menonton film porno di situs barat, dia juga mencari istilah seperti ‘enjoy first time sex’ untuk ‘dijadikan pembelajaran’.
Selain menggunakan internet untuk memetakan hubungan seksualnya dengan seorang teroris, dia tetap ‘up to date’ dengan hasil Ajax di Belanda, menonton film Pirates of the Caribbean dan meneliti perang di Afghanistan.
Dia melihat video-video kapal perang Amerika yang memukul pejuang Taliban di negara tersebut dalam apa yang diyakini analis sebagai upaya untuk mengkonfirmasi kembali radikalisasi-nya.
Hard drive tersebut dimuat dalam Daily Beast, dimana ditemukan tumpukan video dari para ulama jihad.
Elizabeth Pearson, seorang calon Ph.D. di King’s College London dan rekan rekannya mengatakan kepada Daily Beast: “Kami tahu bahwa tidak ada alasan untuk menganggap wanita kurang berkomitmen secara ideologis terhadap Negara Islam dari pada laki-laki. Keduanya telah menunjukkan berbagai alasan untuk pergi ke Negara Islam.”
Di laptop tersebut juga ditemukan banyak permainan dan aplikasi termasuk sebuah program bernama I AM T-Pain, yang mengubah suara pengguna menjadi suara rapper.
Sebelum dia ditangkap hidup-hidup di Raqqa, pengantin wanita jihadis tersebut tampaknya mempertanyakan masa depannya dengan ISIS dan merencanakan pelariannya.
Dia mulai mencari berita terbaru dari kelompok militer pemberontak People’s Protection Unit (YPG) serta istilah seperti ‘what do YPG do with ISIS terrorists’ dan ‘I love to leave ISIS’. (jmw-reinha)


