Korea Utara: Trump ‘Mengemis’ Agar Terjadi Perang Nuklir

REINHA.com – Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemerintahannya “mengemis agar terjadi perang nuklir”. Pernyataan tersebut dikeluarkan pada hari Sabtu, 2 Desember 2017.
“Trump sedang melakukan pertarungan nuklir yang sangat berbahaya di Semenanjung Korea” ucap seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri, dalam sebuah pernyataan tertulis yang juga menyebut Trump sebagai “setan nuklir” dan “pengganggu perdamaian global”.
Komentar tersebut muncul menjelang latihan militer gabungan AS-Korea Selatan, yang dijadwalkan dimulai pada hari Senin, 4 Desember 2017. Sekitar 12.000 personel militer AS dan 230 pesawat tempur diperkirakan akan mengikuti latihan yang disebut sebagai ‘Vigilant Ace’.
Pejabat Korea Utara pernah membuat komentar serupa bulan lalu. Sebuah komentar hebat yang dipublikasikan di sebuah surat kabar yang dikelola pemerintah mengatakan bahwa Trump telah menunjukkan “warna aslinya sebagai penipu jahat dan orang jahat kuno” selama kunjungannya ke Semenanjung Korea.
Beberapa hari kemudian, Trump menempatkan Korea Utara dalam daftar negara yang menjadi sponsor terorisme. Korea Utara sempat dihapus dari daftar tersebut pada tahun 2008 oleh George W. Bush.
(Baca juga: PBB: Korea Utara Membawa Dunia Lebih Dekat Ke Perang)
Pernyataan terbaru Korea Utara juga terjadi beberapa hari setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik antarbenua baru, yang menurut para pakar menunjukkan kemajuan teknologi dan ancaman. Trump berjanji akan menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Korea Utara atas tindakannya tersebut.
“Amerika Serikat telah berusaha untuk mendapatkan negara-negara lain, terutama China, untuk menekan ekonomi Korea Utara agar membuat Kim mundur dari pengembangan program senjata nuklir negaranya”
Setelah peluncuran rudal balistik minggu ini, seorang pejabat Korea Utara mengatakan bahwa mereka tidak tertarik untuk melakukan diplomasi dengan AS sampai sepenuhnya menunjukkan kemampuan nuklir mereka.
Mengulangi ucapan terdahulu, pejabat tersebut mengatakan satu langkah adalah melakukan peledakan nuklir di atas tanah atau uji “bom hidrogen berskala besar”. Yang lainnya adalah “pengujian ICBM jarak jauh,” implikasinya seperti ini telah dicapai dengan peluncuran terbaru.
# Korea Utara: Trump ‘Mengemis’ Agar Terjadi Perang Nuklir (rsn-reinha)


