Karena Tweet, Wartawan BBC Diusir Dari Papua

REINHA.com – Seorang wartawan BBC yang melaporkan krisis kesehatan dan kekurangan gizi di wilayah paling timur Indonesia di Papua dipaksa meninggalkan provinsi tersebut setelah militer mengatakan bahwa tweet yang dia kirim selama perjalanannya telah “melukai perasaan tentara”.
Rebecca Henschke, editor BBC telah men-tweet sebuah foto persediaan makanan di akun Twitter pribadinya, dengan menambahkan: “Ini adalah bantuan yang masuk untuk anak-anak dengan gizi buruk di Papua mi instan, minuman ringan dan biskuit super manis.”

Militer Indonesia mengatakan bahwa tweet tentang jenis makanan yang dikirim ke distrik Asmat telah “melukai perasaan personil TNI [militer Indonesia]” yang terlibat dalam upaya bantuan.
(Baca juga: Imperialisme Modern Diadili Dan Dinyatakan Bersalah)
Papua adalah salah satu daerah termiskin di Indonesia dan Presiden Joko Widodo, telah berjanji untuk mempercepat pengembangannya dan memudahkan pembatasan media di wilayah tersebut, dimana tempat tersebut merupakan lokasi bagi gerakan separatis yang sedang berkecamuk.
Namun para aktivis mengatakan bahwa wartawan asing terus diblokir atau menghadapi hambatan saat mencoba melapor.
Juru bicara militer Papua Kolonel Muhammad Aidi mengatakan: “(Makanan dan minuman) yang dipotretnya di dermaga speedboat bukanlah sumbangan atau bantuan. Itu barang dagangan dari pedagang yang kebetulan ada di sana. “Aidi mengatakan tweet tersebut menyesatkan.
Henschke, seorang warga Australia yang berbasis di Jakarta, kemudian mengambil foto tersebut dan men-tweetnya: “Menambahkan CATATAN penting: Sumber lain mengatakan ini bukan bantuan tapi persediaan normal. Usaha bantuan besar sedang berlangsung di sini. ”

Indonesia telah menempatkan tambahan personil militer untuk membantu di Asmat, di mana setidaknya 61 bayi dilaporkan meninggal karena kekurangan gizi dan penyakit seperti campak.
Henschke telah meminta agar diizinkan terus meliput berita tersebut saat diinterogasi oleh petugas keamanan mengenai tweetnya pada hari Jumat, namun dikawal ke kota Timika dan ditahan oleh imigrasi, kata pernyataan militer tersebut.
Henschke menolak memberikan komentar, namun juru bicara BBC mengatakan melalui email: “Tim BBC yang sedang melakukan penempatan ke provinsi Papua kini telah kembali ke Jakarta. Mereka memiliki dokumentasi yang diperlukan dan pihak berwenang mengetahui kunjungan mereka. BBC menghormati hukum setempat di manapun ia beroperasi. ”
Andreas Harsono dari Human Rights Watch mengatakan bahwa perlakuan terhadap Henschke menunjukkan bahwa perjanjian untuk membuka Papua tidak terwujud. “Dia memiliki izin perjalanannya – satu-satunya wilayah di Indonesia yang diwajibkan wartawan asing untuk mendapatkan ijin berkunjung – dan masih mendapat intimidasi untuk satu tweet,” kata Harsono.
# Karena Tweet, Wartawan BBC Diusir Dari Papua (abc/jmw-reinha)


