Bronkitis Kronis, Gejala dan Pengobatannya

Bronkitis Kronis, Gejala dan Pengobatannya

Bronkitis Kronis, Gejala dan Pengobatannya
@u-report

REINHA.com – Bronkitis kronik adalah batuk berulang dan berdahak selama lebih dari 3 bulan setiap tahun dalam periode paling sedikit 3 tahun. Sebab utamanya adalah merokok, berbagai penyakit akibat pekerjaan, polusi udara, dan usia. Paling banyak diderita oleh laki-laki. Hipersekresi dan tanda-tanda adanya penyumbatan saluran napas yang kronis merupakan tanda dari penyakit ini.

Berdasarkan ada tidaknya penyempitan bronkus maka penyakit ini dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1. Yang tidak disertai dengan penyempitan bronkus (cabang batang tenggorokan yang terletak setelah trakea dan sebelum paru-paru) dimana dasar penyakitnya semata-mata oleh karena hipersekresi dari kelenjar mukus bronkus tanpa atau dengan adanya infeksi bronkus.

2. Yang disertai dengan penyempitan bronkus, batuk, produksi sputum (dahak),sesak napas dan mengi. Pada yang kedua ini prognosisnya lebih buruk dari yang pertama.

(Baca juga: Bahaya Penggunaan Obat Tetes Mata Yang Tidak Sesuai Indikasi)

Berbagai gejala klinis yang didapatkan:

• Batuk terutama pada pagi hari pada perokok. Sputum (dahak) kental dan mungkin juga purulen (dahak yang mengandung nanah), terutama bila terinfeksi oleh Haemophilus Influenza. Pada tingkat permulaan didapatkan adanya sesak sesaat.

• Sesak makin lama makin berat dan sehari penuh, terutama pada musim dimana udara dingin dan berkabut. Selanjutnya sesak napas terjadi bila bergerak sedikit saja dan lama-kelamaan dapat terjadi sesak napas yang berat, sekalipun dalam keadaan istirahat.

• Pada sebagian pasien justru sesak napas datangnya pada malam hari, terutama pada pasien yang berusia tua sehingga menyebabkan tidurnya menjadi terganggu.

Untuk mengatasi gejala-gejala di atas, terapi yang dapat diberikan berupa:

  1. Berhenti merokok. Berhenti merokok merupakan langkah yang utama dalam mengatasi penyakit ini. Usaha menghentikan rokok adalah suatu tindakan yang berat, walaupun melalui program yang terorganisir angka kekambuhan dapat mencapai 80%.
  2.  Pemberian vaksin virus influenza…
  3. Bronkodilator.
  4. Antibiotik.

Komplikasi yang paling umum terjadi adalah pneumonia. Komplikasi ini terjadi ketika infeksi menyebar lebih jauh ke dalam paru-paru. Infeksi ini menyebabkan kantong udara dalam paru-paru terisi dengan cairan. Sekitar 5 persen kasus bronkitis berujung pada pneumonia.

# Bronkitis Kronis, Gejala dan Pengobatannya (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.