Media China: Hubungan Mesra AS Dan Taiwan Bisa Memicu Perang

Media China: Hubungan Mesra AS Dan Taiwan Bisa Memicu Perang

Media China: Hubungan Mesra AS Dan Taiwan Bisa Memicu Perang
Bendera nasional China. © China Daily / Reuters

REINHA.com – Beijing telah mengeluarkan peringatan keras kepada Taiwan atas undang-undang yang akan memperkuat hubungan Taiwan dengan Washington, dimana media pemerintah China mengatakan hal tersebut dapat menyebabkan konflik terbuka.

Kantor Urusan Taiwan China mengatakan bahwa berlakunya Undang-Undang Perjalanan Taiwan adalah penghinaan langsung pada prinsip ‘Satu China’.

“Kami juga memperingatkan Taiwan dengan tegas, jangan mengandalkan orang asing untuk membangun diri sendiri, atau hanya akan menarik api ke arah anda,” kata biro pemerintah dalam sebuah pernyataan singkat.

(Baca juga: Bernie Sanders Berusaha Mengakhiri Dukungan AS Untuk Arab Saudi Di Yaman)

Perundang-undangan AS, yang hanya memerlukan tanda tangan Presiden Donald Trump tersebut akan memungkinkan pejabat AS melakukan perjalanan ke Taiwan untuk bertemu dengan rekan-rekan mereka di Taiwan, mengizinkan pejabat tinggi Taiwan mengunjungi AS dan bertemu dengan pejabat AS, dan mendorong hubungan ekonomi yang lebih dekat antara dua negara.

Kementerian Luar Negeri China “dengan tegas menentang” undang-undang AS tersebut dan telah mengajukan keluhan resmi ke Washington.

Media pemerintah China meramalkan bahwa undang-undang tersebut, jika ditandatangani akan dapat memberi wewenang kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen untuk mencari kemerdekaan penuh bagi pulau tersebut, yang berpotensi memicu Undang-undang Anti-Perserikatan China.

Global Times yang dikelola negara juga mengambil posisi yang sama, dalam editorialnya mengatakan ambisi politik AS di wilayah tersebut dapat memaksa pihak China, menghasilkan “tindakan yang ditargetkan terhadap pasukan pro-kemerdekaan di Taiwan.”

Mengutip “kekuatan Tentara Pembebasan Rakyat,” Global Times berpendapat bahwa China daratan sekarang menikmati “inisiatif strategis yang tak tertandingi di Selat Taiwan.” menambahkan bahwa “situasi militer dan politik di Selat Taiwan telah”berubah secara fundamental. ”

Meskipun ada peringatan keras dari Beijing, Taiwan tetap menyambut baik undang-undang AS tersebut. Dimana Taiwan menggambarkan Washington sebagai “sekutu yang solid,” Perdana Menteri Willian Lai mengatakan pada hari Jumat bahwa dia “dengan sepenuh hati” menerima undang-undang tersebut dan mengatakan “akan meningkatkan hubungan substantif antara Taiwan dan Amerika Serikat.”

Amerika Serikat saat ini tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan, namun berfungsi sebagai penyedia senjata utama di pulau itu dan terikat oleh undang-undang untuk membantu mempertahankan wilayah tersebut.

Undang-undang Hubungan Taiwan menetapkan bahwa AS memberi Taiwan semua senjata yang diperlukan untuk memastikan pertahanan diri pulau dari serangan potensial. Meskipun undang-undang tersebut tidak mewajibkan AS untuk secara langsung melakukan intervensi dalam kasus serangan terhadap Taiwan.

Pada bulan Januari, pasukan Taiwan mengadakan latihan live-fire untuk mensimulasikan sebuah respon terhadap sebuah invasi. Taipei tidak menyebutkan bahwa latihan tahunan tersebut mensimulasikan sebuah invasi oleh China, namun mengatakan bahwa pihaknya bermaksud untuk “menunjukkan tekad untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan dan keamanan nasional.”

# Media China: Hubungan Mesra AS Dan Taiwan Bisa Memicu Perang (jmw-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.