Tarif Impor Baja Trump Timbulkan Kekhawatiran Bagi Partai Republik

REINHA.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa ia berencana mengenakan tarif tinggi atas impor baja dan aluminium. Rencana ini menimbulkan kekhawatiran bagi anggota parlemen Partai Republik. Para anggota partai meminta agar rencana tersebut dibatalkan.
Namun saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih pada hari Senin, Trump menyempaikan kepada karyawan bahwa dia tidak akan mengurungkan rencana tersebut.
“Kami tidak akan mundur. Saya tidak berpikir Anda akan melakukan perang dagang” ucap Trump.
Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden Trump “sangat yakin” AS akan memenangkan perang dagang apapun.
Komentar Mr. Trump Senin datang satu jam setelah Ketua DPR AS, Paul Ryan, mengeluarkan pernyataan yang mendesak Gedung Putih untuk mempertimbangkan kembali rencananya.
Ryan mengatakan bahwa dia sangat khawatir dengan dampak dari perang dagang yang dapat merusak keuntungan ekonomi.
“Kami sangat khawatir dengan konsekuensi perang dagang dan mendesak Gedung Putih untuk tidak maju dengan rencana ini,” kata juru bicara Ryan AshLee Strong.
“Undang-undang reformasi pajak yang baru telah mendorong ekonomi dan kita tentu tidak ingin membahayakan keuntungan tersebut”
(Baca juga: Presiden Trump Mengejek Media Berita Palsu)
Pengumuman Trump pada minggu lalu yang menyebutkan bahwa dia akan mengenakan pajak pada impor baja dan aluminium telah mendorong reaksi seluruh dunia. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada hari Senin juga meminta negara-negara anggota untuk “menghentikan jatuhnya domino pertama” atas perang dagang.
“Begitu kita memulai jalan ini, akan sangat sulit untuk membalikkan arah. Mata untuk mata akan membuat kita semua buta dan dunia dalam resesi yang dalam” ucap Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo mengatakan kepada para perunding di Jenewa pada hari Senin.
Sebelumnya pada hari Senin, Trump mengisyaratkan lewat cuitan Twitternya bahwa jika AS mencapai kesepakatan yang lebih baik untuk dirinya sendiri dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (Nafta), dia akan membatalkan rencana pengenaan tarif pada negara tetangga AS.
# Tarif Impor Baja Trump Timbulkan Kekhawatiran Bagi Partai Republik (rsn-reinha)


