Bertemu Dengan PM Inggris Pangeran Saudi Disambut Ratusan Pengunjuk Rasa

REINHA.com – Pangeran mahkota Arab Saudi bertemu dengan PM Theresa May di Downing Street pada saat matahri terbenam pada hari Rabu. Kunjungan Pangeran ini disambut dengan teriakan ratusan pemrotes menentang kunjungan resmi pertamanya di Inggris.
Lebih dari 200 pemrotes, dengan antusias meneriaki Pangeran Mohammed bin Salman untuk dugaan kejahatan perang terhadap orang-orang Yaman,mereka berkumpul untuk menyampaikan pesan mereka: Kerajaan Saudi tidak diterima di Inggris.
(Baca juga: Promosi Perjalanannya Di Media Sosial, Pangeran Saudi Malah Dikecam)
Pemerintah Arab Saudi dengan jelas mengharapkan iklan yang ditampilkan di media sosial, surat kabar dan papan reklame di Londong untuk perjalanan Pangeran memberi kesejukan. Dimana banyak iklan mempromosikan pendekatan revolusioner pangeran terhadap wanita di negara asalnya.
Wanita di Arab Saudi sekarang dapat bergabung dengan tentara, menyetir, bahkan bisa ke bioskop dan ini merupakan perubahan drastis untuk negara Arab yang sangat konservatif.
Meskipun hak untuk wanita di Arab Saudi semakin maju pesat, para aktivis membawa masalah koalisi yang dipimpin Saudi dan serangan mereka ke Yaman. Menurut PBB, lebih dari 9.000 orang, dimana setengah dari mereka warga sipil, telah terbunuh di Yaman. Lebih dari 52.000 orang juga terluka dalam pertempuran tersebut sejak perang dimulai pada bulan Maret 2015. UNHCR mengutip bahwa sekitar 22 juta orang Yaman membutuhkan bantuan karena konflik tersebut.
Jadi di mana pasukan Saudi mendapatkan senjata ini? Ternyata, beberapa di antaranya berasal dari Inggris. Statistik pemerintah menunjukkan bahwa sejak pemboman Yaman dimulai pada tahun 2015, Inggris telah memberikan lisensi senilai 4,6 miliar senjata ke Arab Saudi, termasuk helikopter, pesawat tak berawak, granat, bom, dan rudal. Jajak pendapat terhadap lebih dari 2.000 orang dewasa, yang dilakukan oleh Populus for Campaign Against Arms Trade, menemukan bahwa hanya enam persen orang dewasa Inggris percaya bahwa mereka dapat menjual senjata ke rezim Arab Saudi.
Andrew Smith dari Campaign Against Arms Trade mengatakan bahwa statistik menunjukkan bahwa “mayoritas orang di Inggris tidak memberi dukungan politik dan militer terhadap Theresa May untuk pangeran dan Arab Saudi.
Smith mengatakan “Rezim telah melakukan kekejaman terhadap orang-orang Saudi selama beberapa dekade dan telah menimbulkan bencana kemanusiaan yang mengerikan terhadap orang-orang Yaman,” Smith melanjutkan. “Sudah waktunya bagi Theresa May dan rekan-rekannya untuk mengakhiri dukungan memalukan mereka terhadap otokrasi yang mengerikan ini.”
Selama kunjungannya ini putra mahkota juga akan bertemu dengan Ratu, Duke of Cambridge dan Prince of Wales.
# Bertemu Dengan PM Inggris Pangeran Saudi Disambut Ratusan Pengunjuk Rasa


