Kecelakaan Pesawat Di Nepal Tewaskan 49 Orang

Kecelakaan Pesawat Di Nepal Tewaskan 49 Orang

Kecelakaan Pesawat Di Nepal Tewaskan 49 Orang
BISHNU SAPKOTA

REINHA.com – Sebuah pesawat yang membawa 67 penumpang dengan 4 awak mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di bandara Kathmandu, Nepal, pada Senin sore, 12 Maret 2018, waktu setempat. Pesawat menghantam tanah dengan keras dan menewaskan 49 orang di dalamnya.

Tim penyelamat menarik puluhan mayat keluar dari reruntuhan pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Bangladesh AS-Bangla, setelah api yang membakar pesawat telah padam. 49 orang ditemukan dalam keadaan tewas, sementara belasan lainnya segera dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka-luka.

Maskapai penerbangan tersebut menyalahkan kontrol lalu lintas udara, namun pihak bandara mengatakan bahwa pesawat tersebut mendekati dari arah yang salah. Pesawat dengan nomor penerbangan BS211 menyimpang dari landasan saat hendak mendarat.

Penyebab pasti kecelakaan tersebut masih belum jelas dan Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli berjanji akan segera melakukan penyelidikan.

Rekaman percakapan antara pilot dan kontrol lalu lintas udara beberapa menit sebelum pesawat jatuh menunjukkan beberapa kesalahpahaman di mana ujung landasan pacu dua pesawat dibuka untuk mendarat.

Dalam rekaman yang diperoleh BBC dari monitor lalu lintas udara LiveATC, beberapa saat sebelum pesawat mendarat, pengendali lalu lintas udara terdengar mengatakan kepada pilot pesawat, “Saya katakan lagi, balik!”

(Baca juga: Pesawat Penumpang Iran Jatuh Di Pegunungan, 66 Orang Tewas)

Pesawat tersebut mendarat pada pukul 14:20 waktu setempat (08:35 GMT), demikian menurut situs pelacak penerbangan FlightRadar24. Pesawat kabarnya menabrak pagar menara kontrol sebelum terjatuh.

“Pesawat itu diizinkan mendarat dari sisi selatan landasan pacu yang terbang di atas Koteshwor, tapi pesawat mendarat dari sisi utara. Kami belum bisa memastikan alasan di balik pendaratan yang tidak biasa tersebut” kata Sanjiv Gautam, direktur jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, seperti dikutip oleh Kathmandu Post.

CEO AS-Bangla Airlines, Imran Asif, menolak pernyataan Gautam dan menyalahkan kontrol lalu lintas udara Kathmandu yang bermasalah.

“Ada yang salah arah dari menara. Pilot kami tidak bersalah. Pilot kami adalah instruktur pesawat Bombardier ini, jam terbangnya lebih dari 5.000 jam, ada yang salah dengan menara kontrol” kata Asif kepada wartawan di kantornya di Dhaka.

# Kecelakaan Pesawat Di Nepal Tewaskan 49 Orang (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.