Fadli Zon Setuju Dengan Pengusulan Rohana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional

Fadli Zon Setuju Dengan Pengusulan Rohana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional

Fadli Zon Setuju Dengan Pengusulan Rohana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional
Edy Junanidi, cucu dari Rohana Kudus Dan Fadli Zon

REINHA.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima Panitia Pengusulan Rohana Kudus sebagai Pahlawan Nasional. Roehana Koeddoes (EYD: Rohana Kudus) adalah tokoh wanita dari Sumatera Barat yang menerbitkan surat kabar perempuan Soenting Melajoe pada 1912.

Selain menerima buku otobiografi Rohana Kudus dari panitia, Fadli Zon mengatakan bahwa dirinya setuju dengan pengusulan Rohana sebagai Pahlawan Nasional. Rohana Kudus merupakan tokoh yang memperjuangkan hak-hak perempuan di bidang pers.

“Penyerahan buku otobiografi Rohana Kudus. Saya setuju dengan pengusulan Rohana Kudus sebagai Pahlawan Nasional. Rohana Kudus merupakan tokoh yang memperjuangkan hak-hak perempuan di bidang pers.”kata Fadli Zon melalui akun media sosial miliknya.

(Baca juga: Jokowi Tanggapi Isu Utang, PKI, Indonesia Bubar 2030, Sampai Kaos Ganti Presiden 2019)

Lebih lanjut lagi Fadli Zon mengatakan akan meneruskan aspirasi dari Panitia Pengusulan Rohana Kudus sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini dikarenakan jasa-jasa beliau yang mendorong wanita untuk mampu mandiri dan berkarya dalam kerajinan seni dan juga sebagai pemimpin redaksi surat kabar Soenting Melajoe.

“Saya akan meneruskan aspirasi dari panitia pengusul Rohana Kudus sebagai Pahlawan Nasional. Mengingat jasa-jasanya mendorong wanita untuk mampu mandiri dan berkarya dengan mengajari teknik menenun dalam Kerajinan Amai Setia. Ia juga memimpin redaksi surat kabar Soenting Melajoe pd tahun 1912.”

Fadli Zon Setuju Dengan Pengusulan Rohana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional
Rohana Kudus – wiki

Mengenal Rohana Kudus

Rohana Kudus lahir di Kota Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 20 Desember 1884 dan meninggal dunia di Jakarta, 17 Agustus 1972 pada umur 87 tahun. Ia lahir dari ayahnya yang bernama Mohamad Rasjad Maharadja Soetan dan ibunya bernama Kiam. Rohana Kudus adalah kakak tiri dari Sutan Syahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga mak tuo (bibi) dari penyair terkenal Chairil Anwar. Ia pun adalah sepupu H. Agus Salim. Rohana hidup pada zaman yang sama dengan Kartini, dimana akses perempuan untuk mendapat pendidikan yang baik sangat dibatasi. Ia adalah pendiri surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Hubungannya dengan Sjahrir, Rohana seperti yang diuraikan di atas, lahir dari rahim Kiam, istri pertama Mohammad RM Sutan, di mana setelah Kiam tiada, Mohammad Sutan menikahi Siti Rabiah yang lantas melahirkan Sjahrir. Ya, jadi Rohana dan Sjahrir sama-sama anak pertama beda ibu dari ayah kandung Mohammad RM Sutan.

Mohammad RM Sutan sendiri awalnya juga seorang jurnalis yang keluarganya juga dekat dengan Jaksa Alahan Panjang. Berangkat dari situlah Rohana setidaknya mengenyam pendidikan agama, di saat masa-masa kala itu para perempuan Minang dilarang bersekolah, wajib dipingit dan hanya “dididik” untuk urusan dapur dan kasur kelak.

Pascapindah ke Pasaman, Rohana yang baru berusia 8 tahun saat itu sudah hobi membaca surat kabar. Surat kabar atau koran ‘Berita Kecil’ yang memang sengaja selalu dilanggankan Mohammad Sutan untuk Rohana.

Wawasannya pun mulai terbuka. Aspirasinya mulai muncul untuk bersuara lantang bahwa perempuan harus terdidik dan bersekolah. Kepada kawan-kawannya, baik perempuan maupun laki-laki, Rohana sudah sering “mengajar” di teras rumahnya.

Rohana memilih hidup mandiri dan tak turut ayah dan ibu tirinya (Rabiah, istri kedua M Sutan yang juga ibu kandung Sutan Sjahrir) pindah ke Kota Medan. Rohana juga kemudian disunting seorang notaris bernama Abdul Kudus di usia 24 tahun.

Meski melepas masa lajang, Rohana tak terkekang suaminya yang justru mendukung perjuangannya. Adapun di usia menginjak 27 tahun, perjuangan Rohana mengangkat derajat perempuan terbantu Ratna Puti, seorang istri dari Jaksa Kayutanam.

Di tahun 1911 itu, lewat sokongan Ratna Puti, Rohana mendirikan Kerajinan Amai Setia (KAS). Sebuah wadah untuk para perempuan diajarkan calistung alias membaca, menulis dan berhitung, hingga keterampilan lain macam menjahit dan menyulam.

Di samping itu, Rohana tak meninggalkan kegemarannya menulis puisi dan artikel. Sampai pada Juli 1912, Rohana “melahirkan” surat kabar perempuan pertama di Indonesia, ‘Sunting Melayu’. Surat kabar di mana pemimpin redaksi, redaktur dan penulisnya semuanya perempuan.

Pindah ke Bukittinggi pasca-problem pelik yang membawanya ke meja hijau pada 1916, Rohana membuka “Roehana School”. Sekolah yang didirikannya sendiri tanpa sponsor dari manapun dengan model yang sama seperti KAS.

Di sepanjang hidupnya, Rohana terus mengajar sekaligus melanjutkan profesinya sebagai jurnalis perempuan dengan memimpin koran ‘Perempuan bergerak’, menjadi redaktur koran ‘Radio’ dan koran ‘Cahaya Sumatera’.

Rohana menghembuskan nafas terakhir pada 17 Agustus 1972 pada usia 88 tahun di Jakarta. Namanya jarang dikenal perempuan Indonesia, baik masyarakat awam maupun tokoh perempuan Indonesia zaman sekarang. Namanya juga tak seharum Kartini yang diangkat Pahlawan Nasional oleh Presiden Ir Soekarno pada 1964.

Nama Rohana sekedar dikenal segelintir masyarakat negeri kita, khususnya di dunia insan pers, meski setidaknya diakui pemerintah daerah lewat tanda jasa dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Emansipasi perempuan menurut Rohana Kudus, kaum hawa tidaklah harus melampaui laki-laki. Baginya, yang terpenting adalah perempuan tetap pada kodratnya, namun mesti berpendidikan dan mendapat perlakuan yang lebih baik.

“Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibanya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan.”

# Fadli Zon Setuju Dengan Pengusulan Rohana Kudus Sebagai Pahlawan Nasional

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.