Ariana Grande Mengaku Menderita PTSD Setelah Serangan Bom Manchester

Ariana Grande Mengaku Menderita PTSD Setelah Serangan Bom Manchester

Ariana Grande Mengaku Menderita PTSD Setelah Serangan Bom Manchester  REINHA.com – Serangan bom mengerikan yang terjadi di area konser di Manchester, Inggris, yang menewaskan 22 orang, telah berlalu lebih dari satu tahun. Namun kengerian masih membayangi penyanyi yang saat itu tengah mengelar konser di lokasi kejadian, Ariana Grande.  Dalam sebuah wawancara dengan majalah British Vogue, Ariana mengungkapkan bahwa ia menderita gejala PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) setelah serangan yang terjadi di akhir konsernya pada 22 Mei 2017 lalu.  PTSD adalah gangguan kecemasan yang disebabkan oleh peristiwa yang sangat menegangkan, menakutkan atau menyedihkan. NHS mengatakan bahwa seseorang dengan PTSD mungkin sering menghidupkan kembali peristiwa traumatis melalui mimpi buruk dan kilas balik.   Penderita mungkin mengalami perasaan terisolasi, mudah tersinggung, dan merasa bersalah, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi. Semua gejala tersebut juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari seseorang.  (Baca juga: Ariana Grande Menjadi WN Kehormatan Manchester)  Ariana Grande mengatakan dia tidak berpikir dia akan pernah bisa berbicara tentang pemboman di Manchester Arena tanpa menangis.  “Sulit untuk dibicarakan karena begitu banyak orang telah menderita kehilangan yang sangat besar. Tapi, ya, itu adalah hal yang nyata.  Saya tahu keluarga dan penggemar saya, dan semua orang di sana juga mengalami trauma yang luar biasa” ucap Ariana.  Dalam wawancara tersebut Ariana juga menceritakan bagaimana ia mengatasi gejala PTSD yang dideritanya.  "Waktu adalah hal terbesar. Saya merasa saya tidak seharusnya membicarakan pengalaman saya sendiri, saya bahkan tidak boleh mengatakan apa pun. Kurasa aku tidak akan pernah tahu bagaimana cara membicarakannya dan tidak menangis" lanjut Ariana.  Bulan lalu dia mengungkapkan dia memiliki tato lebah sebagai penghargaan kepada para korban pengeboman. Lebah pekerja adalah lambang untuk Manchester, melambangkan masa lalu industri kota.  # Ariana Grande Mengaku Menderita PTSD Setelah Serangan Bom Manchester (rsn-reinha)
GETTY IMAGES

REINHA.com – Serangan bom mengerikan yang terjadi di area konser di Manchester, Inggris, yang menewaskan 22 orang, telah berlalu lebih dari satu tahun. Namun kengerian masih membayangi penyanyi yang saat itu tengah mengelar konser di lokasi kejadian, Ariana Grande.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah British Vogue, Ariana mengungkapkan bahwa ia menderita gejala PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) setelah serangan yang terjadi di akhir konsernya pada 22 Mei 2017 lalu.

PTSD adalah gangguan kecemasan yang disebabkan oleh peristiwa yang sangat menegangkan, menakutkan atau menyedihkan. NHS mengatakan bahwa seseorang dengan PTSD mungkin sering menghidupkan kembali peristiwa traumatis melalui mimpi buruk dan kilas balik.

Penderita mungkin mengalami perasaan terisolasi, mudah tersinggung, dan merasa bersalah, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi. Semua gejala tersebut juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari seseorang.

(Baca juga: Ariana Grande Menjadi WN Kehormatan Manchester)

Ariana Grande mengatakan dia tidak berpikir dia akan pernah bisa berbicara tentang pemboman di Manchester Arena tanpa menangis.

“Sulit untuk dibicarakan karena begitu banyak orang telah menderita kehilangan yang sangat besar. Tapi, ya, itu adalah hal yang nyata. Saya tahu keluarga dan penggemar saya, dan semua orang di sana juga mengalami trauma yang luar biasa” ucap Ariana.

Dalam wawancara tersebut Ariana juga menceritakan bagaimana ia mengatasi gejala PTSD yang dideritanya.

“Waktu adalah hal terbesar. Saya merasa saya tidak seharusnya membicarakan pengalaman saya sendiri, saya bahkan tidak boleh mengatakan apa pun. Kurasa aku tidak akan pernah tahu bagaimana cara membicarakannya dan tidak menangis” lanjut Ariana.

Bulan lalu dia mengungkapkan dia memiliki tato lebah sebagai penghargaan kepada para korban pengeboman. Lebah pekerja adalah lambang untuk Manchester, melambangkan masa lalu industri kota.

# Ariana Grande Mengaku Menderita PTSD Setelah Serangan Bom Manchester (rsn-reinha)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.