Di Hari Pahlawan, Fadli Zon: Kita Semua Punya Utang Untuk Para Pahlawan

Di Hari Pahlawan, Fadli Zon: Kita Semua Punya Utang Untuk Para Pahlawan

Di Hari Pahlawan, Fadli Zon: Kita Semua Punya Utang Untuk Para Pahlawan
Twitter @FadliZon

REINHA.com – Di Hari Pahlawan Nasional 10 November 2018, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menekankan pentingnya merealisasikan janji-janji kemerdekan kepada para Pahlawan. Hal itu disampaikan Fadli Zon saat memberikan kuliah umum di Universitas Nasional (Unas) Jakarta.

“Hari ini, 10 November 2018, kita kembali memperingati Hari Pahlawan. Di sela-sela memberikan kuliah umum di Universitas Nasional (Unas), Jakarta, saya sampaikan kita punya utang kepada para pahlawan untuk merealisasikan janji-janji kemerdekaan.” kata Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya.

(Baca juga: Pengelolaan DAS Yang Optimal Butuh Persepsi Dan Komitmen Berbagai Pihak)

Kita semua punya utang kepada para pahlawan. Bukan hanya utang jasa, tapi juga utang janji kemerdekaan, lanjut Fadli Zon.

“Bagaimana melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan masyarakat adil dan makmur, itu semua adalah janji kemerdekaan yang harus kita tunaikan” kata Fadli Zon.

Dari rilis BPS, Fadli Zon mengungkap fakta bahwa perekonomian Indonesia saat ini masih didominasi oleh Jawa. Hal itu ditunjukkan dengan data statis yang dirilis BPS, kontribusi Pulau Jawa terhadap perekonomian Indonesia mencapai 58,57%, dimana ditahun sebelumnya berada pada angkanya 58,49%.

Pada saat bersamaan, Fadli Zon melanjutkan, kontribusi ekonomi daerah-daerah lain justru turun. Tahun lalu kontribusi Sumatera masih 21,66%, tahun ini turun menjadi 21,53%. Begitu juga dengan Kalimantan, yang kontribusinya turun dari 8,20% menjadi 8,07%.

Penurunan kontribusi daerah ini menurut Fadli Zon karena ekomoni kita kembali memusat di Jawa, dimana ada problem keadilan dan perataan di situ.

(Baca juga: Sindir Prabowo-Sandi, Fadli Zon Ingatkan Yusril Agar Tidak Lupa Sejarah)

Dari data BPS lainnya Fadli Zon mengatakan bahwa dirinya menemukan sesuatu yang menarik. Dimana meskipun secara umum Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun, tetapi tingkat pengangguran di desa justru meningkat. TPT di kota turun dari 6,7 persen menjadi 6,45 persen, di desa mengalami kenaikan tipis, dari 4,01 jd 4,04 persen.

Di sisi lain, data BPS juga menunjukkan bahwa tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan di wilayah perdesaan semakin memburuk selama era Presiden Jokowi. Tingkat keparahan kemiskinan (P2) di perdesaan, misalnya, setahun terakhir memburuk dari 0,57 menjadi 0,63, kata Fadli Zon.

Hal ini menarik untuk Fadli Zon, karena sejauh ini pemerintah selalu mengklaim bahwa penggunaan dana desa tepat sasaran. Dimana total alokasi dana desa sejak tahun 2015 hingga 2018 sudah mencapai Rp 187,65 triliun.

Dari data-data tersebut Fadli Zon menyimpulkan bahwa terlepas dari klaim pemerintah, ketimpangan antar wilayah kembali meningkat, baik antara desa dengan kota, maupun antara Jawa dengan luar Jawa.

“Bukan tanpa alasan jika Bung Karno dan para pendiri negara kita dulu menyebut bahwa kemerdekaan hanyalah jembatan emas, sebab tujuan kita bukanlah jembatan itu sendiri, namun apa yang ada di seberang jembatan itu, yaitu sebuah masyarakat adil dan makmur.” kata Fadli Zon.

# Di Hari Pahlawan, Fadli Zon: Kita Semua Punya Utang Untuk Para Pahlawan

  • 4
    Shares

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.