Ini Pernyataan Menarik Yang Dilontarkan Prabowo Subianto Dalam Pidato Kebangsaanya

REINHA.com – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, melakukan Pidato Kebangsaan, pada hari Rabu malam (14/1/2018) di Jakarta Convention Center. Dalam Pidato Kebangsaan tersebut, Prabowo Subianto memaparkan visi misi nya sebagai Calon Presiden RI.
Pidato Kebangsaan ini dihadiri tokoh-tokoh politik dari koalisi partai pengusung. Seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais, Zulkifli Hasan, Titiek Soeharto, Sohibul Imam dan lainnya.
(Baca juga: Fadli Zon: Dana Desa Adalah Mandat UU, Siapapun Presidennya Dana Desa Tetap Ada)
Prabowo Subianto membuka pidatonya dengan membacakan sebuah kutipan sajak, sajak yang menurut Prabowo menggambarkan mengapa mereka (tim pendukung Prabowo-Sandi) berkumpul di Jakarta Convention Center.
Sajak tersebut ditemukan dikantong baju seorang perwira muda, yang gugur dalam pertempuran di Banten tahun 1946.
“Kita tidak sendirian, beribu-ribu orang bergantung pada kepada kita, rakyat yang tak pernah kita kenal, rakyat yang mungkin tak akan pernah kita kenal, tetapi apa yang kita lakukan sekarang, akan menentukan apa yang terjadi pada mereka”.
Dalam pidatonya Prabowo mengatakan beberapa tahun terakhir dirinya mendengarkan beberapa cerita yang menyedihkan, dimana beban ekonomi dirasakan berat oleh masyarakat.
“Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat laporan, seorang buruh tani, seorang bapak, seorang kepala keluarga, namanya Hardi di desa Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia karena gantung diri di pohon jati dibelakang rumahnya. Almarhum gantung diri, meninggalkan istri dan anak, karena merasa tidak sanggup membayar utang, karena beban ekonomi dirasa terlalu berat. Selama beberapa tahun terakhir ini saya mendapat laporan, ada belasan cerita tragis seperti Hardi ini” kata Prabowo Subianto.
Prabowo juga mengungkap kesedihan para petani, dimana ketika panen tiba, pemerintah malah melakukan impor secara besar-besaran.
“Saja juga baru datang dari Klaten, disitu petani-petani beras, bersedih karena saat mereka panen beberapa bulan yang lalu, banjir beras dari luar negeri. Saya juga baru-baru ini dari Jawa Timur, disana banyak petani tebu yang bersedih, karena saat mereka panen, banjir gula dari luar negeri” ungkap Prabowo.
Prabowo melanjutkan dengan mengatakan “Kita impor semua bahan pangan yang mampu diproduksi oleh rakyat kita sendiri”.
Ada beberapa pernyataan hal menarik yang dilontarkan Prabowo Subianto dalam pidato kebangsaanya.
Dalam pemaparan visi misi ‘Indonesia Menang’, ia menyebut kalau negara yang kokoh harus memiliki pemerintahan yang kuat dan bersih dan berintegritas.
“Kita perlu hakim yang unggul dan jujur. Kita perlu jaksa-jaksa yang unggul dan jujur, kita perlu polisi-polisi yang unggul dan jujur,” ucap Prabowo.
Ia melanjutkan, negara juga butuh badan intelijen yang unggul dan setia kepada bangsa dan negara.
Prabowo Subianto menyebut, badan intelijen seharusnya melakukan kegiatan intelijen terhadap musuh negara.
“Jangan intelin mantan Presiden Republik Indonesia, jangan intelin mantan Ketua MPR RI, jangan intelin anaknya proklamator kita, jangan intelin mantan Panglima TNI, jangan intelin ulama-ulama besar kita. Kalau mau intelin mantan Pangkostrad gakpapa,” ucap Prabowo Subianto diiringi suara riuh relawannya.
# Ini Pernyataan Menarik Yang Dilontarkan Prabowo Subianto Dalam Pidato Kebangsaanya


