Isu Saracen, Fahri Hamzah: Biang Keroknya Sudah Ketahuan “Ya Tangkap Dong”

REINHA.com – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah turut mengomentari isu Seracen yang kembali mencuat di Tanah Air. Dimana baru-baru ini, Facebook mengumumkan telah melakukan pemblokiran terhadap beberapa akun terkait Saracen.
Dalam keterangannya, Facebook menyertakan halaman dari Permadi Arya atau yang dikenal dengan nama Abu Janda kedalam sindikat tersebut.
(Baca juga: Abu Janda Tidak Terima Dikaitkan Dengan Saracen, Ini Tanggapan Facebook)
Melalui akun Twitternya Fahri Hamzah mengatakan sebaiknya penegak hukum segera bertindak. Isu Saracen yang dituduhkan kepada kelompok lain dan tidak terbukti telah mencoreng nama penegak hukum.
Sekarang, Lanjut Fahri “ketua biang keroknya sudah ketahuan ya tangkap dong” tulis Fahri.
Lebih lanjut lagi Fahri Hamzah mengatakan dalam hingar-bingar pertarungan politik, yang harus di jaga dan pertahankan adalah Aparat Penegak Hukum (APH). Dimana APH tidak boleh diseret masuk kedalam gelanggang dan ikut bertarung.
“Jangan mau dipuji oleh orang gila yang punya motif uang dibalik politik” kata Fahri.
Berikut lanjutan tweet dari Fahri Hamzah dikutip REINHA.com dari akun Twitter miliknya.
Ada kelompok, yang setiap hari memuji APH lalu menjejali keharusan advokasi kepada suatu kelompok yang kadang fiktif. Dan APH terseret memburu pepesan kosong. Dari luar lalu kita melihat, kok ada yang tidak adil dan tidak benar. Kita harus ingatkan.
Biarlah kita mengambil resiko dianggap tidak mendukung APH kita daripada terlibat merusaknya. Kecintaan kita pada APH adalah cinta mati. Karena kita tidak punya alternatif. Bangsa dengan APH tidak dihormati adalah bangsa diambang perang saudara. Kita gak mau.
Saya mohon maaf akan membuat kritik terus kepada penegak hukum jika nampak mulai terseret arus seperti dalam kasus Seracen yang bahkan telah membawa presiden Jokowi bikin komentar seolah ada. Sekarang malah berbalik. Ada orang gila rupanya di sebelah sana.
Orang gila jangan dibiarkan berkeliaran, apalagi yang telah mengumumkan diri sebagai orang gila, dengan mengumumkan berita bohong yang dia ciptakan sendiri, bukan karena dibohongi orang. Banyak yang beginian sepertinya dibiarkan, sementara seniman dan politisi kena buru.
Mari kita dukung penegak hukum kita untuk segera bergeser ke tengah. Hadirlah di tengah rakyat sendiri. Jangan hidup dalam fantasi yang dibuat orang lain. Mari luruskan yang nampak bengkok dan jangan takut berkata benar apapun resikonya. Ini jihad, jangan takut!
Kita sayang polisi, kita cinta jaksa yang bersih dan lurus mandiri. Kita cinta hakim yang punya integritas dan tegak lurus sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Tapi, caranya adalah dgn berkata benar bukan dengan memuji meski salah dan salah arah. Kita harus ikhlas mencintai!
Apabila karena mencintai kita terluka, biarlah. Keikhlasan diuji di situ. Asalkan negara ini tetap ada bersama aparat yang dihormati dan dihargai. Apa gunanya pesta hura-hura dibatas kematian jiwa bangsa berupa aparat negara yang culas dan berkhianat pada kebenaran sejati.
Inilah yang diingatkan Bung Karno dulu, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri,” itulah yang pernah dikatakan Ir. Soekarno, presiden pertama Kita. Bersabarlah bangsaku. Sekian.
# Isu Saracen, Fahri Hamzah: Biang Keroknya Sudah Ketahuan “Ya Tangkap Dong”


