Unik, Tato Para Gadis Di Desa Bantala, Flores Timur
Unik, Tato Para Gadis Di Desa Bantala, Flores Timur
REINHA.com – Di Kabupaten Flores Timur, tepatnya di Desa Bantala Kecamatan Lewolema, tato atau rajah sudah digunakan sejak jaman dulu. Uniknya tato ini wajib digunakan oleh para gadis yang belum menikah di Desa Bantala.
Ibu Luvia Nusa Tukan, 89 tahun, yang ditemui di Festival Lamaholot (Nubun Tawa) mengatakan tato yang kini dimilikinya merupakan sebuah hiasan dan tidak memiliki makna atau arti khusus.
Ibu Luvia memiliki tato dengan motif bintang dibagian dada dan melingkar hingga ke punggung.
Menurut penuturan Ibu Luvia, motif tato yang dibuat tidak ditentukan terlebih dahulu dengan maksud bahwa motif dari tato tersebut tergantung dari selera sendiri.
(Baca juga: Sekilas Tentang Sejarah Gading Gajah Dan Moko Yang Menempati Posisi Penting Di Flores Timur Dan Alor)
Ibu Luvia juga mengatakan bahwa tato pada jamannya adalah sesuatu yang wajib. Namun digenerasi sekarang tidak digunakan lagi karena akan susah jika mendaftarkan diri untuk bekerja di Pemerintahan, TNI dan Kepolisian.
Alat dan bahan untuk membuat tato ini pun lain dari yang lain. Bahan untuk pewarna hitam diambil dari asap pembakaran pelita (jelaga) yang kemudian dicampur dengan tenasu (gula aren) dan alat untuk membuat tatonya menggunakan duri dari tumbuhan (kajo brengit).
# Unik, Tato Para Gadis Di Desa Bantala, Flores Timur