Kalak BPBD Flores Timur Optimis Pembangunan Huntap Bugalima Rampung September 2025

REINHA.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, saat ini memberikan perhatihan khusus terhadap persoalan penanganan bencana bagi warga Flores Timur yang terkena dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan bencana sosial yang menimpa warga di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat.
Hal ini diungkap Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur yang di konfirmasi media diruang kerjanya (Rabu, 23/7/2025).
Terkhusus untuk percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana sosial di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara barat, Kalak BPBD Flores Timur, Drs. Fredrik Moat mengatakan saat ini Huntap sedang dalam pekerjaan oleh PT. Manggung Pajajaran dan bisa dirampungkan dalam waktu dekat.
“Jika tidak terkendala bisa rampung paling cepat september 2025” ucap Moat Aeng.
Terkait kondisi terkini lanjut Moat Aeng, bangunan baru rampung beberapa unit dengan kondisi umumnya sudah di fondasi. Untuk sementara tidak ada persoalan, karena dalam rangka percepatan pembangunan, perusahan penyedia juga memberdayakan pekerja lokal sebagai tukang dalam pelaksanaannya.
“Total sekitar 200 tenaga kerja yang dibutuhkan, diupayakan tambahan tenaga kerja jika dalam desa kekurangan tenaga untuk kebutuhan pekerjaan ini” jelas Moat Aeng.
Terkait kondisi kebencanaan ini dan upaya percepatan pelaksanaan pekerjaan di Desa Bugalima kata Moat Aeng, mobilisasi bahan bangunan kebutuhan di desa Bugalimang dalam aktivitas bongkar muat masih mengunakan lokasi pantai Asam Satu di Kelurahan Weri.
“Ini sebenarnya penyimpangan trayek namun dalam kondisi kebencanaan dan percepatan pekerjaan di lokasi bencana bisa di lakukan” terang Moat Aeng.
Untuk kepentingan ini, tetap dalam konteks kebencanaan dan percepatannya, BPBD Flores Timur telah menyurati Bupati Flores Timur dan Dinas Perhubungan juga Syahbandar Larantuka untuk menghindari soal yang dapat menghambat kegiatan di Desa Bugalimang, tutup Moat Aeng.
Terkait aktivitas percepatan pembangunan Huntap Desa Bugalima dan pengunaan lokasi pantai Asam Satu di kelurahan Weri juga direspon asisten I Sekda Flotim, Jack Ara Kian,S.Sos, M.AP selaku pelaksana tugas (plt) Kadis Perhubungan Flores Timur.
Ara Kian yang di konfirmasi media (Rabu, 23/7/2025) membenarkan adanya penyimpangan trayek untuk aktivitas percepatan kegiatan kebencanaan di Desa Bugalima.
“Pengunaan lokasi pantai Asam Satu di Kelurahan Weri sebagai tempat bongkar muat barang kebencanaan merupakan penyimpangan trayek dan sifatnya sementara karena waktu yang mendesak dalam penanganan kebencanaan sosial”ungkap Ara Kian.
Terkait penyimpangan trayek ini lanjut Ara Kian, secara ketentuan dibenarkan karena kapal dibawah 7 GT atau sejenisnya menjadi kewenangan Pemda Flores Timur. Karena kondisi ini juga pernah terjadi sebelumnya di Flores Timur oleh karena mendesaknya kebutuhan masyarakat umum maka Pemda Flores Timur melakukan penyimpangan trayek. Untuk hal ini permohonan penyimpangan trayek dengan alasan mendesak dan kebencanaan, instansi berkepentingan dapat mengajukan permohonan penyimpangan trayek ke pihak Dinas Perhubungan dan hal ini sudah di sampaikan BPBD Flotim, tutup Ara Kian.
# Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, saat ini memberikan perhatihan khusus terhadap persoalan



